TASIKMALAYA — Program Pascasarjana Universitas Siliwangi melalui Program Studi Magister Manajemen menyelenggarakan International Guest Lecture IGNITE 3.0 bertema “Empowering Leaders, Sustaining the Future: Human Capital Strategies for Sustainable Organizations in the ESG Era” di Auditorium Lantai 3 Gedung Rektorat Kampus 2 Mugarsari, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan yang diikuti mahasiswa Magister Manajemen Angkatan 2025 dan 2026 ini menghadirkan narasumber internasional Prof. Dr. Yusliza Mohd Yusoff dari Faculty of Business, Economics and Social Development, Universiti Malaysia Terengganu.
Kuliah tamu internasional tersebut menjadi ruang akademik untuk memperluas perspektif mahasiswa mengenai pengembangan sumber daya manusia, kepemimpinan, serta keberlanjutan organisasi dalam era Environmental, Social, and Governance (ESG).
Human Capital Menjadi Fondasi Keberlanjutan Organisasi
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Yusliza menekankan bahwa keberlanjutan organisasi tidak cukup dibangun melalui kebijakan, teknologi, maupun laporan ESG semata. Menurutnya, faktor manusia menjadi unsur penting dalam mewujudkan organisasi yang mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan.
Human capital, lanjutnya, mencakup pengetahuan, keterampilan, pengalaman, talenta, kesehatan dan kesejahteraan, hingga potensi kepemimpinan yang dimiliki setiap individu dalam organisasi. Seluruh aspek tersebut menjadi kekuatan utama untuk mengintegrasikan nilai-nilai ESG ke dalam aktivitas organisasi sehari-hari.
Ia juga menegaskan bahwa pemimpin memiliki peran strategis dalam mengarahkan sumber daya manusia agar komitmen terhadap keberlanjutan tidak berhenti sebagai konsep, melainkan diterapkan dalam budaya dan praktik kerja organisasi.
Perspektif Global bagi Mahasiswa Magister Manajemen
Koordinator Program Studi Magister Manajemen Universitas Siliwangi, Dr. Edy Suroso, S.E., M.Si., mengatakan IGNITE 3.0 merupakan bagian dari upaya Pascasarjana Unsil menghadirkan perspektif akademik internasional kepada mahasiswa.
Menurutnya, pemahaman mengenai ESG semakin relevan bagi berbagai jenis organisasi karena tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga tata kelola, tanggung jawab sosial, dan bagaimana organisasi mengelola manusia secara berkelanjutan.
“Prinsip ESG bukan hanya isu perusahaan besar. Nilai-nilainya relevan bagi berbagai organisasi dalam membangun tata kelola dan kepemimpinan yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Dede S.IP: Mahasiswa Harus Mampu Menerjemahkan Teori ke Praktik
Ketua Panitia International Guest Lecture IGNITE 3.0, Dede, S.IP., yang juga anggota Komisi I DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang belajar yang menghubungkan teori manajemen dengan tantangan nyata yang dihadapi organisasi saat ini.
“IGNITE 3.0 bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh perspektif global sekaligus memahami pentingnya pengembangan human capital dalam menghadapi perubahan dan tuntutan ESG,” kata Dede.
Ia berharap mahasiswa Magister Manajemen mampu menerjemahkan wawasan yang diperoleh ke dalam praktik kepemimpinan dan manajemen di lingkungan organisasi masing-masing, sehingga mampu menjadi pemimpin yang kompeten serta memiliki komitmen terhadap keberlanjutan. (im)






