TASIKMALAYA, FPKS — Anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Dede, S.IP., melaksanakan kegiatan reses bersama masyarakat di Madrasah Riyadussalam, Kampung Subanagara RT 01 RW 08, Kelurahan/Kecamatan Purbaratu, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan reses tersebut dirangkaikan dengan launching Sekolah Keluarga Indonesia (SKI) serta pelatihan pembuatan Eco Enzyme.
Rangkaian kegiatan ini diarahkan tidak hanya menjadi ruang untuk menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga memberikan edukasi dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Perkuat Peran Keluarga melalui Sekolah Keluarga Indonesia
Ketua BIPEKA DPD PKS Kota Tasikmalaya, Hj. Irma S. Handayani, menjelaskan bahwa Sekolah Keluarga Indonesia merupakan program edukasi keluarga Islami yang disusun secara terstruktur dan berbasis komunitas.
Program tersebut mencakup berbagai materi, antara lain pendidikan pranikah, manajemen rumah tangga, pola asuh anak, kesehatan dan kesejahteraan keluarga, hingga literasi digital keluarga.
“Keluarga menghadapi tantangan yang terus berkembang. Karena itu, keluarga juga perlu terus belajar,” ujar Irma.
Menurutnya, SKI diharapkan dapat menjadi ruang belajar bagi masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga sekaligus meningkatkan peran orang tua dalam mendidik anak.
Dede, S.IP mengapresiasi peluncuran program tersebut. Ia menilai penguatan keluarga merupakan bagian penting dalam membangun kualitas generasi.
“Keluarga merupakan bagian penting dalam membentuk kualitas generasi. Karena itu, pendidikan keluarga perlu dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan,” kata Dede.
Ajarkan Pemanfaatan Sampah Organik
Selain edukasi keluarga, peserta juga mengikuti pelatihan pembuatan Eco Enzyme yang disampaikan Hj. Deviani.
Pelatihan tersebut memberikan pengetahuan praktis mengenai pemanfaatan sisa organik rumah tangga melalui proses fermentasi. Peserta mendapatkan materi mengenai pemilihan bahan, komposisi, penggunaan wadah, proses pencampuran, penyimpanan, hingga waktu fermentasi.
Deviani menjelaskan, prinsip dasar yang digunakan dalam pelatihan adalah perbandingan satu bagian gula, tiga bagian bahan organik, dan sepuluh bagian air.
“Sisa buah dan sayuran tidak selalu harus berakhir sebagai sampah. Dengan pengetahuan dan proses yang tepat, bahan organik tersebut dapat dimanfaatkan melalui proses fermentasi,” ujarnya.
Dede, S.IP berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan masyarakat di rumah dan berkembang menjadi gerakan bersama dalam pengelolaan sampah organik.
Reses sebagai Ruang Aspirasi dan Edukasi
Dede, S.IP menegaskan, reses merupakan momentum penting bagi anggota DPRD untuk bertemu langsung dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi, sekaligus melihat kebutuhan warga secara lebih dekat.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan reses hari ini. Reses bukan hanya menjadi ruang bagi saya untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, tetapi juga harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.
Sekretaris TP PKK Kecamatan Purbaratu, Hj. Imas, turut mengapresiasi rangkaian kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi keluarga dan pelatihan pengelolaan sampah organik memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan di rumah dan dibagikan kembali kepada keluarga maupun lingkungan sekitar.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BIPEKA DPD PKS Kota Tasikmalaya Hj. Irma S. Handayani, Sekretaris TP PKK Kecamatan Purbaratu Hj. Imas, pemateri Eco Enzyme Hj. Deviani, Ketua DPC PKS Kecamatan Purbaratu Durlia Irwan, Ketua BIPEKA DPC PKS Kecamatan Purbaratu Siti Julaeha, serta masyarakat dan peserta kegiatan di wilayah Kecamatan Purbaratu.
Dede, S.IP berharap sinergi antara masyarakat, kader PKK, BIPEKA, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat dapat terus diperkuat sehingga kegiatan serupa tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku yang nyata. (im)








