Oleh: Dede, S.IP., Anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS
Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) mungkin bukan bagian dari struktur birokrasi formal pemerintah daerah. Dalam praktik pelayanan publik, keduanya justru berada pada titik yang sangat dekat dengan masyarakat.
Banyak persoalan warga pertama kali diketahui melalui RT dan RW. Demikian pula berbagai program pemerintah, pada akhirnya membutuhkan dukungan struktur kewilayahan ini agar dapat dipahami dan dilaksanakan secara efektif.
Penguatan RT/RW bukan semata-mata persoalan kelembagaan. Ini merupakan bagian dari upaya memperbaiki kualitas pelayanan publik sekaligus membangun pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Hal tersebut kembali mengemuka dalam audiensi DPC Asosiasi Rukun Warga/Tetangga (ARWT) Indonesia Kota Tasikmalaya bersama Pimpinan, Komisi I dan Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya pada Rabu, 26 Agustus 2026. Audiensi tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan hasil roadshow pembinaan dan penguatan kapasitas pengurus ARWT sekaligus menyampaikan sejumlah aspirasi.
Tiga Aspirasi yang Perlu Mendapat Perhatian
Ada tiga hal utama yang disampaikan ARWT. Pertama, kenaikan insentif RT/RW sekaligus kepastian pembayaran setiap bulan. Kedua, fasilitasi BPJS Ketenagakerjaan bagi pengurus RT/RW. Ketiga, pelibatan RT/RW yang lebih jelas dalam menyukseskan program pemerintah.
Menurut saya, ketiga aspirasi tersebut layak mendapatkan perhatian serius. Kita perlu melihatnya secara proporsional dan berbasis kemampuan daerah. Pengurus RT/RW memang memiliki posisi strategis karena menjadi bagian yang paling dekat dengan masyarakat dan banyak membantu pemerintah dalam pelayanan di tingkat kewilayahan.
Di lapangan, tugas RT/RW tidak sederhana. Mereka berhadapan langsung dengan dinamika sosial masyarakat, membantu komunikasi program pemerintah, mendukung pendataan, memfasilitasi kegiatan kemasyarakatan, hingga menjadi penghubung ketika muncul berbagai persoalan di lingkungan warga.
Karena itu, ketika kita berbicara tentang peningkatan kualitas pelayanan publik, kita juga harus berbicara tentang kapasitas, dukungan, dan perlindungan bagi mereka yang berada di garis depan pelayanan tersebut.
Penguatan Harus Berbasis Data dan Kemampuan Fiskal
Dukungan terhadap aspirasi RT/RW tentu tidak berarti mengabaikan kemampuan keuangan daerah. Setiap kebijakan yang berkaitan dengan insentif maupun jaminan sosial harus melalui kajian yang matang, terutama menyangkut kemampuan APBD, dasar hukum, jumlah penerima manfaat, serta mekanisme pelaksanaannya.
Di sinilah DPRD memiliki peran penting melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Aspirasi masyarakat perlu diterjemahkan menjadi kebijakan yang memiliki dasar hukum, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Saya mendukung agar aspirasi ARWT ini ditindaklanjuti melalui kajian regulasi, kemampuan anggaran, dan mekanisme pelaksanaan yang jelas. Kita tidak ingin memberikan janji yang sulit diwujudkan. Sebaliknya, kita ingin memastikan setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar realistis dan memberikan manfaat.
Pelibatan RT/RW dalam program pemerintah juga perlu diperjelas. Jangan sampai RT/RW hanya menjadi pihak yang diminta membantu ketika program hendak dilaksanakan, tetapi tidak mendapatkan informasi, pembinaan, maupun dukungan yang memadai.
Membangun Sinergi dari Tingkat Paling Bawah
Menurut saya, pemerintahan yang baik bukan hanya pemerintahan yang memiliki kebijakan yang baik, tetapi juga mampu memastikan kebijakan tersebut sampai dan dirasakan masyarakat.
RT dan RW merupakan salah satu mata rantai penting dalam proses tersebut. Karena itu, hubungan antara RT/RW, Pemerintah Kota, dan DPRD perlu dibangun sebagai sebuah sinergi, bukan sekadar hubungan administratif.
Audiensi bersama ARWT harus menjadi awal dari pembahasan yang lebih konkret. Kita perlu duduk bersama, melihat data, menghitung kemampuan fiskal, mengkaji regulasi, dan menentukan bentuk dukungan yang paling tepat.
Pada akhirnya, tujuan kita sederhana: menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat, efektif, dan berkeadilan. Dan untuk mencapai itu, mereka yang setiap hari berada paling dekat dengan masyarakat juga harus mendapatkan perhatian dan dukungan yang layak. (im)







